Skip to main content

Rekomendasi Distro Linux Ringan RAM di Bawah 1GB dan 500MB

Rekomendasi Distro Linux Ringan RAM di Bawah 1GB dan 500MB
Linux Lite

Rekomendasi Distro Linux Ringan RAM di Bawah 1GB dan 500MB

Sistem operasi merupakan sebuah software untuk menjembatani antara hardware dengan pengguna. Dalam sistem operasi, ada beberapa software lain yang mendukung pengguna untuk melakukan suatu pekerjaan. Ada beberapa distro linux ringan yang bisa digunakan pada PC atau laptop Anda.

Linux merupakan sebuah sistem operasi. Walaupun demikian, Linux menjadi sistem operasi yang unik dibandingkan Windows ataupun MacOS. Karena, hanya Linux saja yang memiliki status open source.

Linux bisa dikembangkan oleh pengguna dengan bebas, tanpa harus membayar lisensi. Selain itu, para pengguna juga bebas mendownload, tanpa perlu berlangganan. Sifat open source dari Linux ini, menjadikannya mudah untuk disesuaikan dengan keperluan kelompok atau organisasi.

Ada banyak distro Linux ringan di dunia ini. Namun, hanya beberapa distro populer yang digunakan, karena pengembangan yang serius oleh kelompok tertentu.

Berikut ini beberapa distro Linux ringan dan stabil untuk edit foto dan video, programming, edukasi, hacking, serta penggunaan lainnya.

TOC / Daftar Isi

Distro Linux Ringan RAM di Bawah 1GB

PC keluaran terbaru biasanya memiliki kapasitas RAM sebesar 4GB ataupun lebih tinggi. Bagi Anda yang membutuhkan sistem operasi untuk mesin PC lama, beberapa distro Linux ringan ini bisa berjalan pada komputer dengan RAM kurang dari 1GB.

Back to Content ↑

1. Linux Lite

Linux Lite

Distro Linux ringan yang pertama adalah Linux Lite. Berbasis LTS Ubuntu dengan penggambaran yang “cepat, sederhana, dan gratis”, Linux Lite bisa menjadi salah satu solusi kebutuhan memori Anda yang rendah. Aplikasi yang terdapat pada Linux Lite seperti LibreOffice dan VLC, membuatnya ringan pada sumber daya sistem tetapi berat pada bagian fiturnya.

Linux Lite memiliki sistem minimum PC dengan RAM 768MB, CPU 1GHz,dan penyimpanan internal 8GB. Anda bisa menikmati performa Linux Lite dengan lebih baik jika memiliki sistem PS dengan RAM IGB, CPU 1.5GHz, dan penyimpanan internal 20GB.

Sistem operasi ini merupakan distro yang ramping untuk Anda gunakan di luar kotak, karena memiliki keseimbangan fungsi dan efisiensi.

Back to Content ↑

2. Xubuntu

Xubuntu

Xubuntu merupakan salah satu distro Linux ringan turunan dari Ubuntu yang menggunakan lingkungan desktop Xfce. Xubuntu menawarkan pengalaman yang tajam bagi para penggunanya. Anda hanya perlu memori sebesar 512GB untuk bisa mencoba Xubuntu dengan kapasitas CD yang diperlukan minimal 128MB.

Sedangkan pemasangan penuhnya hanya membutuhkan memori 1GB. Sehingga distro Linux ini bisa menjadi pilihan Anda.

Karena Xubuntu merupakan cabang dari Ubuntu, sistem operasi ini dapat mengakses seluruh repository Canonical. Kelebihan lain dari Xubuntu yaitu adanya fitur fantastis dan aplikasi hebat dengan konsumsi sumber daya yang tergolong rendah.

Back to Content ↑

3. Lubuntu

Lubuntu

Lubuntu bisa digambarkan sebagai sistem operasi yang “mudah, ringan, dan cepat”. Sama halnya dengan Xubuntu, Lubuntu merupakan turunan dari Ubuntu. Sistem ini memungkinkan Anda untuk mengakses repository kanonik dengan lengkap. Lubuntu menggunakan dekstop LXDE atau LXQT.

Distro Linux ini merekomendasikan kapasitas RAM sebesar 1GB agar dapat menikmati layanan web seperti Facebook dan Youtube. Namun, jika Anda ingin menggunakan program seperti LibreOfice dengan RAM 512MB sudah cukup.

Spesifikasi CPU paling minimum untuk menjalankan sistem operasi Lubuntu adalah Pentium 4 atau M, atau AMD K8. Spesifikasi tersebut biasanya ada di beberapa komputer lama. Lubuntu juga memiliki banyak aplikasi seperti utilitas disk GNOME, MTPaint, monitor sistem LXTask, dan masih banyak lagi.

Back to Content ↑

4. Zorin OS Lite

Zorin OS Lite

Distro Linux ringan selanjutnya yaitu Zorin OS Lite. Zorin OS memiliki tujuan untuk membuat PC lebih cepat, serta meningkatkan kinerja dan juga keamanan.

Instalasi Zorin OS Lite dapat Anda lakukan pada sistem dengan prosesor inti tunggal 700MHz, 32-bit, dan 64-bit. Komputer Anda membutuhkan kapasitas RAM sebesar 512MB dan penyimpanan internal 8GB untuk menjalankan distro Linux ini. Selain itu, Zorin OS Lite bisa Anda jalankan dengan lancar pada layar dengan resolusi 640 x 480 piksel.

Bagi Anda yang sedang mencari sesuatu yang dapat bekerja dengan baik seperti Windows untuk komputer lama Anda, solusinya adalah menggunakan Zorin OS Lite.

Back to Content ↑

5. Arch Linux

Arch Linux

Arch Linux merupakan salah satu distro Linux ringan yang tetap sederhana. Arch Linux tersedia dalam dua varietas, yakni x86-64 dan i686. Selain itu, Linux ini juga ringan dan mudah digunakan.

Anda membutuhkan PC dengan kapasitas RAM minimal 512MB dengan ruang disk sebesar 800MB untuk menjalankan Arch Linux. Spesifikasi CPU paling minimum untuk menjalankan sistem operasi Arch Linux adalah pentium 4 atau yang lebih baru.

Arch Linux memiliki turunan yang bernama Arch Linux ARM dan BBQLinux yang bisa Anda instal pada Raspberry Pi. Jika perangkat keras komputer Anda sudah tua, Arch Linux dapat beroperasi pada sistem pelepasan dan peluncuran untuk melakukan pembaruan terkini yang berkelanjutan.

Back to Content ↑

Distro Linux Ringan RAM di Bawah 500MB

Bagi Anda yang memiliki komputer dari tahun 2000-an, RAM yang ada pada komputer tersebut biasanya tidak mendukung OS terbaru. Untuk itu, Anda bisa mencoba beberapa sistem operasi berikut ini.

Back to Content ↑

1. Porteus

Porteus

Porteus merupakan salah satu distro Linux ringan yang optimal jika digunakan untuk live CD, boot dari flash drive atau CD. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan Proteus pada hard drive.

Sistem operasi ini menjadi salah satu distro Linux ringan terbaik untuk perangkat keras komputer yang sudah menua dengan pilihan 32-bit dan 64-bit. Porteus juga bisa melakukan booting dalam waktu 15 detik saja. Penyimpanan internal yang dibutuhkan untuk menginstall Porteus hanya 300MB saja.

Selain itu, Porteus juga bisa Anda muat ke dalam RAM dan dapat berjalan murni hanya dari memori sistem saja. Porteus bisa digunakan pada beberapa jenis komputer.

Back to Content ↑

2. Trisquel Mini

Trisquel Mini

Distro Linux ringan untuk RAM di bawah 500MB berikutnya adalah Trisquel Mini. Trisquel merupakan turunan dari Ubuntu LTS. Selain itu, Trisquel Mini merupakan iterasi alternatif yang dibuat untuk komputer dan netbook dengan daya yang rendah.

Trisquel Mini bisa berjalan dengan baik pada perangkat keras lama karena dilengkapi dengan lingkungan desktop LXDE, tampilan grafik GTK, dan Sistem X Windows.

Sistem operasi yang dikemas dengan aplikasi Linux termasuk MPOME Mplayer, AbiWord, dan Transmisi.

PC atau komputer yang dibangun sejak tahun 1999 harus menggunakan Trisquel Mini. Untuk menjalankan Trisquel Mini, komputer Anda harus memiliki kapasitas RAM minimal 128 MB dengan versi 32-bit dan 256MB untuk versi 64-bi, serta penyimpanan internal 3GB. Selain itu, komputer dengan prosesor AMD K6 dan Intel Pentium II merupakan komputer yang paling awal didukung oleh Trisquel Mini.

Back to Content ↑

3. Bodhi Linux

Bodhi Linux

Bodhi Linux merupakan distro Linux ringan yang berasal dari Ubuntu LTS yang mendapatkan julukan Distribusi Linux yang Tercerahkan. Desain utamanya yaitu minimalis dan desktop Moksha. Array pada aplikasi default hanya membutuhkan ruang yang sangat sedikit, yakni 10MB.

Untuk menjalankan Bodhi Linux, komputer Anda harus memiliki kapasitas RAM sebesar 256MB, prosesor 500MHz, dan ruang penyimpanan 5GB. Ada spesifikasi yang disarankan untuk menggunakan Bodhi Linux, yaitu kapasitas RAM 512MB, ruang drive 10GB, dan prosesor 1GHz.

Back to Content ↑

Sekian, Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat!