Skip to main content

Ini Dia 7 Protokol Kesehatan yang Wajib Ditaati di Masa Pandemi COVID-19

Ini Dia 7 Protokol Kesehatan yang Wajib Ditaati di Masa Pandemi COVID-19

Ketika covid-19 mulai menyebar di Indonesia, semua orang dengan segala usia diminta untuk tetap berada di rumah masing-masing. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran rantai virus corona penyebab covid-19.

Namun, hal ini membuat sebagian masyarakat resah karena kehilangan pekerjaannya karena sebagian dirumahkan. Oleh sebab itu, untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan yang mengizinkan masyarakat usia 45 tahun ke bawah untuk kembali beraktivitas. Salah satu alasannya adalah karena mereka dianggap lebih aman dari risiko infeksi virus tersebut, sedangkan bayi dan lansia disarankan untuk tetap tinggal di rumah.

Baru-baru ini dikenal istilah New Normal. New normal adalah perubahan perilaku tetap menjalankan aktivitas normal, tetapi ditambah dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Secara sosial, seseorang pasti akan mengalami suatu bentuk new normal sehingga harus beradaptasi dengan model kegiatan seperti beraktivitas, bekerja, bersekolah, maupun berkontak fisik dengan orang lain dengan cara yang baru. Oleh karenanya, new normal sebagai istilah baru harus dihadapi dalam pandemi ini.

Penerapan protokol kesehatan adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar dan harus dipahami bersama. Sosialisasi protokol ini terus dilakukan demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan mudah menyebarnya penyakit Covid-19. Untuk itu, langkah awal diperlukan pemahaman mengenai apa saja yang bisa digunakan untuk menghentikan sebaran Covid-19.

Lalu, apa saja protokol kesehatan yang harus dilakukan masyarakat di masa pandemi covid-19 ini?

Berikut merupakan penjelasannya berdasarkan arahan dari Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

TOC / Daftar Isi

1. Menjaga kebersihan

Cuci Tangan

Membersihkan tubuh sebelum melakukan sesuatu merupakan hal penting yang harus dilakukan. Minimal dengan selalu membersihkan tangan menggunakan sabun dan kondisi air mengalir. Sabun yang digunakan sebaiknya memiliki zat yang dapat membunuh bakteri. Dengan begitu, mencuci tangan menggunakan sabun dapat mencegah penyakit. Selain itu, menggunakan hand sanitizer dapat dilakukan apabila tidak terdapat air mengalir. Hand sanitizer ini sifatnya lebih praktis dan dapat dibawa dengan mudah.

Cara mencuci tangan yang benar pun sudah diberikan arahan oleh pemerintah melalui poster, flyer, bahkan video edukatif yang mudah diterima dan dipelajari masyarakat. Caranya adalah dengan membersihkan seluruh bagian tangan baik punggung tangan, tangan bagian dalam, sela-sela jari, maupun ujung-ujung jari. Nah, sudah tahu bukan, cara mencuci tangan dengan benar.

Back to Content ↑

2. Tidak Menyentuh Wajah

Menyentuh bagian wajah terutama mata, hidung, dan mulut sebaiknya dihindari apabila tangan masih dalam kondisi tidak bersih. Tangan yang kotor berkemungkinan membawa virus maupun kuman yang akan mudah masuk ke tubuh bila tangan tersebut digunakan untuk menyentuh area sekitar wajah. Dari tangan yang kotor itulah, bakteri penyebab penyakit masuk ke dalam tubuh. Oleh karenanya, pastikan kebersihan tangan tetap terjaga.

Back to Content ↑

3. Menerapkan Etika Batuk dan Bersin

Virus akan keluar bersama dengan batuk dan bersin. Apabila virus tersebut mengenai orang lain yang ada di sekitar, maka orang tersebut bisa terinfeksi virus yang mulanya berada di tubuh seseorang yang batuk atau bersin tadi.

Walaupun tidak tahu jenis virus apa yang mungkin akan mengenai orang lain tersebut tetapi etika batuk dan bersin harus tetap dilakukan. Yakni menggunakan lengan atas bagian dalam untuk menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin.

Yang lebih aman lagi adalah menggunakan tisu atau kain sekali pakai sehingga setelah menggunakannya langsung dibuang ke tempat sampah dengan menutup bagian dalamnya agar tidak membahayakan petugas kebersihan yang mungkin akan membersihkannnya.

Back to Content ↑

4. Menggunakan Masker

Stay At Home

Penggunaan masker merupakan hal pokok dan upaya paling dini untuk mencegah penularan covid-19. Sebagai upaya preventif, masker akan melindungi penggunanya dari virus yang mungkin tersebar ketika seseorang saling berkomunikasi atau sekadar berpapasan.

Jenis masker medis lebih diprioritaskan bagi orang yang memiliki gejala gangguan pernapasan. Selain itu, masker medis juga diperuntukkan kepada seluruh tenaga medis karena mereka lebih berisiko terpapar virus tersebut. Adapun untuk Anda yang tidak memiliki gejala gangguan pernapasan maupun bukan tenaga medis maka lebih disarankan untuk menggunakan masker nonmedis seperti masker kain karena keterbatasan jumlah masker medis saat ini.

Back to Content ↑

5. Menjaga Jarak Aman

Physical Distancing

Jarak minimal satu meter dianjurkan untuk menghindari terjadinya penyebaran virus corona dari satu orang ke orang yang lain. Apalagi jika ada orang yang memiliki gejala gangguan pernapasan sebaiknya menghindari kerumunan. Berkerumun berpotensi lebih besar menyebarkan virus dari satu orang ke orang lain. Karenanya, pemerintah begitu gencar menyerukan agar tidak ada kerumunan. Bahkan, segala aktivitas yang melibatkan orang banyak pun wajib ditiadakan. Istilah yang sering digunakan untuk menyebut upaya yang satu ini adalah physical distancing. Diharapkan masyarakat sudah memiliki kesadaran untuk menaati peraturan jaga jarak aman ini.

Back to Content ↑

6. Mengisolasi Diri di Rumah

Kegiatan isolasi mandiri di rumah harus dilakukan apabila ada orang yang baru saja bepergian dari luar kota. Seseorang yang keluar rumah jika sudah berada di zona merah pun wajib melakukan isolasi mandiri. Ketidaktahuan tentang virus atau penyakit apa yang dibawa menjadi pengingat untuk selalu menjaga kesehatan diri.

Selain itu, jika Anda merasa diri anda sedang tidak sehat, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak nafas, atau demam lainnya maka Anda sebaiknya juga melakukan isolasi mandiri di rumah. Hal ini disebabkan karena Anda memiliki risiko menularkan virus kepada orang lain. Oleh sebab itu, tetaplah berada di rumah dan melakukan aktivitas positif selama berada di rumah.

Back to Content ↑

7. Menjaga Kesehatan

Baik beraktivitas di rumah maupun di luar rumah, Anda harus memastikan kesehatan tubuh Anda tetap terjaga dengan berolahraga ringan di pagi hari, berjemur di bawah sinar matahari, makan makanan bergizi, dan menjaga pola makan teratur. Menjaga kualitas tidur juga berpengaruh pada kesehatan maka penuhi kebutuhan tidur di malam hari maupun di siang hari.

Kesehatan di era pandemi ini sangat penting. Menjaga kesehatan termasuk meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit. Langkah ini dapat dilakukan dengan mengkonsumsi vitamin. Dengan begitu, tubuh lebih kebal terhadap penyakit.

Back to Content ↑

Demi menjaga kestabilan ekonomi masyarakat, pemerintah menetapkan adanya kebijakan new normal bagi masyarakat usia dibawah 45 tahun dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan. Protokol kesehatan tersebut merupakan hal yang harus diterapkan selama pandemi ini untuk mencegah penularan dan penyebaran virus. Pemerintah, Kementerian Kesehatan, ataupun Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah memberikan arahan dan petunjuk tentang penerapan protokol kesehatan tersebut. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk terus menjaga kebersihan dan kesehatan. Mari bersama-sama bergotong royong menjaga kesehatan diri dan lingkungan agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Keep healthy!