Skip to main content

Kenali Field Trip Sebagai Parenting Anak

Field Trip

Kenali Field Trip Sebagai Parenting Anak

Field Trip dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai kunjungan lapangan. Istilah umum yang lebih sering digunakan adalah study tour. Nah, field trip ini hampir sama dengan study tour. Namun, bedanya jika study tour dapat mengunjungi beberapa lokasi, sedangkan field trip hanya dilakukan ke satu lokasi.

Field trip merupakan salah satu jenis edukasi bagi anak. Trip ini lebih dikhususkan untuk anak yang baru memasuki sekolah. Pada intinya, field trip adalah kegiatan belajar di luar lingkungan sekolah. Biasanya field trip diselenggarakan oleh sekolah dalam waktu setengah hari atau bahkan sehari penuh.

Seperti esensi trip pada umumnya, yaitu untuk merefresh otak setelah beberapa waktu berpikir terus menerus. Anak akan diajak berkunjung ke tempat wisata di sekitarnya. Contohnya ke museum, monumen, kebun binatang, dan lain-lain. Tidak hanya bermain, mereka tetap mendapatkan ilmu pembelajaran. Oleh karena itu, destinasi wisata yang dipilih pun adalah jenis wisata yang banyak menambah pengetahuan bagi sang anak.

Bagi kamu yang saat ini sudah beranjak remaja mungkin akan berpikir, apakah dulu semasa kecil pernah melakukan field trip ? Memang tidak semua sekolah menyelenggarakan kegiatan ini. Bagi sekolah-sekolah yang memiliki kendala, baik karena akses ke tempat wisata, keterbatasan izin dari institusinya, maupun kendala internal dari anak-anaknya. Tentu kendala-kendala tersebut tak dapat disamakan di setiap sekolah. Oleh karenanya, penyelenggaraan field trip juga merupakan kebijakan sekolah.

Tujuan utama diadakannya field trip adalah menambah pengalaman bagi anak. Dengan mengunjungi tempat wisata di sekitarnya, mereka lebih mengenal alam. Selain itu, melalui field trip, pembelajaran di sekolah dapat diterapkan secara langsung. Misalnya, mereka mengunjungi kebun binatang. Di tempat itu, mereka akan melihat banyak binatang secara langsung. Mereka mulai memerhatikan jenis-jenis binatang di hadapannya. Dengan begitu, otak mereka juga akan melakukan analisis tentang perbedaan binatang-binatang tersebut. Hal ini tentu merangsang kerja otak anak dan meningkatkan kemampuan berpikir.

Pertanyaan yang mereka ajukan selama field trip dapat memuaskan rasa ingin tahu anak. Mereka semakin ingin belajar hal lebih banyak. Benar jika field trip ini menambah pengetahuan. Manfaat yang banyak didapat dari adanya field trip sangat menganjurkan sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan ini.

Untuk dapat menyelenggarakan field trip dengan sukses dan tercapainya tujuan pembelajaran, guru dan sekolah wajib melakukan persiapan. Persiapan yang dapat dilakukan antara lain seperti berikut.

1. Memilih Tujuan Wisata

Sebelum melakukan persiapan lainnya, yang sangat penting untuk diperhatikan adalah mengenai tujuan wisata. Seperti disyaratkan bahwa tujuan wisata harus mampu menambah pengetahuan bagi anak. Oleh karenanya, menentukan tujuan menjadi hal yang pertama. Baik guru maupun pihak sekolah wajib memilih dengan benar ke mana mereka akan mengajak anak-anaknya untuk field trip.

Tujuan wisata ini juga akan menentukan kesan anak terhadap dunia luar. Tentu, setiap guru akan memberikan yang terbaik bagi peserta didiknya. Hal ini dilakukan agar anak memiliki motivasi belajar sehingga dapat berkembang. Dengan demikian, menentukan tujuan wisata harus dilakukan dengan cermat dan memerhatikan untuk pengetahuannya.

2. Menentukan Jadwal Field Trip

Langkah selanjutnya setelah menentukan tujuan wisata adalah menentukan jadwal. Jadwal dibuat agar rencana kegiatan tersusun. Mulai merencanakan tanggal dan jam yang tepat untuk kegiatan field trip ini. Jam sekolah tentu menjadi pilihan. Sebab, pada dasarnya field trip merupakan pengganti sekolah. Namun, bedanya sekolah ini dilakukan di luar kelas. Dengan demikian, kunjungan lapangan tetap harus dilakukan pada saat jam sekolah. Biasanya, waktu field trip setengah hari atau bisa satu hari penuh. Hal ini tergantung pada jauh dekatnya tempat wisata dan banyak tidaknya objek di sana.

3. Menentukan Tujuan Pembelajaran

Field trip akan terasa hampa jika berlangsung tanpa tujuan. Sebelum melakukan field trip, sebaiknya guru memberitahukan apa saja tujuan pembelajaran tersebut. Tujuan pembelajaran ini tetap mengacu pada kurikulum sekolah. Bahkan, adanya field trip merupakan bentuk praktik langsung dari teori yang diajarkan di sekolah. Anak akan mencoba memahami jika mereka mengetahui terlebih dahulu tentang tujuan pembelajarannya. Semangat belajar pun akan tumbuh. Hal ini sangat bermanfaat agar dalam field trip nanti, mereka mengetahui apa saja yang akan dipelajarinya.

4. Menerapkan Metode Pembelajaran Yang Efektif

Metode pembelajaran yang efektif dapat diterapkan juga dalam field trip ini. Guru dapat menentukan metode apa yang akan diambilnya. Untuk disampaikan pada anak, biasanya metode yang diambil adalah metode 6M. Metode 6M ini yaitu mengetahui, mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi.

Guru harus mampu mengaplikasikan metode ini. Dengan metode tersebut, diharapkan dapat menjadi solusi untuk memberi pemahaman kepada anak. Selain itu, pengetahuan dan pengalaman sang anak juga akan bertambah.

5. Mengevaluasi Kegiatan

Berakhirnya kegiatan tidak berarti menandakan berakhirnya pembelajaran. Ada hal-hal yang harus dievaluasi. Evaluasi ini dilakukan setelah semua kegiatan field trip selesai. Hal-hal yang dapat dievaluasi antara lain tempat wisata, tercapainya tujuan pembelajaran, dan metode pembelajaran.

Field trip sebagai salah satu metode parenting anak dapat diselenggarakan oleh sekolah. Parenting anak ini dikemas dalam bentuk edukasi luar ruangan. Dari sinilah anak akan dapat belajar adaptasi dengan lingkungan di sekitarnya.

Proses pembelajaran semasa kecil ini seperti mengukir di atas batu. Mereka akan mudah mengingat. Ilmu-ilmu baru pun mudah dicerna karena otak mereka masih bersih dan belum terisi dengan banyak hal. Dengan begitu, banyak ilmu baru yang cepat mereka serap.

Apa yang diajarkan pada anak semasa kecil membuka kesan mereka pada para pengajar. Dalam hal ini orang tua dan guru. Mereka –terutama orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik anak. Segala hal yang mereka ajarkan akan selalu diingat hingga dewasa. Pembentukan kesan yang baik pun perlu dilakukan. Anak-anak akan bersikap baik jika orang di sekitar mereka baik. Begitu pula sebaliknya, mereka akan menjadi nakal apabila merasa tidak nyaman dengan lingkungannya.

Tidak sedikit anak hebat yang tumbuh karena pengajaran yang luar biasa sewaktu mereka kecil. Nilai-nilai luhur yang ditanamkan orang tua dan guru begitu membekas. Semasa dewasa anak akan mengingat dan terus menerapkan nilai-nilai tersebut. Dengan demikian, mereka telah mampu menjaga attitude terhadap orang tua dan guru mereka.

Melalui field trip, anak banyak menemukan kesan baru terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka mulai mengerti hal-hal yang dianggap baik dan buruk berdasarkan pengalaman yang mereka dapatkan. Kemampuan mereka merekam menjadikan bukti nyata dari pembelajaran yang selama ini mereka dapatkan di sekolah.

Dilakukannya field trip dengan baik dan lancar membantu meningkatkan pengetahuan bagi anak. Meskipun di luar kelas, tujuan pembelajaran tetap tercapai. Bahkan, melalui field trip ini anak mendapatkan lebih banyak hal.