Skip to main content

Cara Alternatif Investasi yang Aman untuk Tingkatkan Pendapatan

Alternatif investasi

Cara Alternatif Investasi yang Aman untuk Tingkatkan Pendapatan

Alternatif Investasi di Indonesia kini mulai berkembang pesat, kesadaran masyarakat untuk menabung kian tinggi. Meski investasi berisiko gagal, bukan berarti mengembangkan tabungan adalah hal yang buruk. Selain menambah pundi-pundi kekayaan Anda, berinvestasi juga menguntungkan Negara.

Dengan investasi Anda bisa meningkatkan perekonomian negara dalam waktu jangka panjang. Paling tidak membantu pertumbuhan perekonomian Indonesia, maka dari itu trend investasi di kalangan milenial saat ini semakin tinggi. Investasi tidak melulu soal saham, emas, deposito dan obligasi. Alternatif Investasi seperti properti, tanah, trading mata uang dan pinjaman.

Lalu apa sajakah yang dimaksud Alternatif Investasi? Bagaimana implementasinya dan keuntungannya bagi Anda? Apa yang membedakan antara investasi jenis yang satu dengan yang lain? Mungkin Anda perlu mengenal apa itu investasi terlebih dahulu.

1. Mengenal investasi

Investasi adalah aset atau barang yang diperoleh dengan tujuan menghasilkan pendapatan berkali-kali lipat dari saldo awal. Ketika seseorang memutuskan untuk berinvestasi, tujuannya adalah untuk menambah kekayaan atau mengembangkan nilai guna barang tersebut. Setiap investasi memiliki kekurangan dan kelebihan, ada pula risiko yang harus Anda hadapi. Tapi satu hal yang harus Anda ketahui bahwa investasi membutuhkan pengorbanan dana dan waktu.

2. Bagaimana investasi dapat menaikkan nilai harta Anda?

Investasi dapat ditempuh dengan berbagai cara, mulai dari membeli emas atau properti (harta berwujud), yang nilainya selalu bertambah dari waktu ke waktu. Ada pula membantu perusahaan dengan wujud saham, yang nantinya keuntungan akan dibagikan sesuai presentasi yang berlaku.

Masing-masing produk investasi ada tingkat risiko tertentu yang mungkin saja terjadi. Investasi bisa saja tidak menghasilkan nilai yang lebih tinggi atau merugi. Misalnya, ada juga kemungkinan Anda akan berinvestasi di perusahaan yang bangkrut, hingga akhirnya investasi tidak bernilai lagi. Maka dari itu jika seseorang ingin berinvestasi diharapkan cermat melihat situasi dan kondisi. Karena faktor-faktor tertentu bisa mengakibatkan investasi menjadi gagal, misalnya riwayat perusahaan yang buruk, kebijakan suatu wilayah, serta iklim ekonomi yang tidak menentu.

Kondisi mata uang di suatu negara juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan investasi. Jika mata uang di suatu negara tidak baik dalam waktu sehari, rumah seharga puluhan milyar sekalipun tidak akan berarti. Misalnya seperti yang terjadi di Venezuela ketika inflasi berpengaruh terhadap harga-harga kebutuhan pokok. Banyak orang-orang yang akhirnya jatuh miskin, harga properti, emas, dan perusahaan bangkrut hanya dalam waktu sehari.

3. Investasi Properti

Properti investasi adalah membeli produk bangunan dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan dari bangunan tersebut. Cepat atau lambat, harga rumah akan naik dari waktu ke waktu. Contohnya yang terjadi di wilayah Menteng Jakarta, sejak zaman Hindia Belanda daerah Menteng adalah wilayah elit tengah kota. Sejarah, keterkenalan, lingkungan ekspatriat, sangat mempengaruhi harga properti di kawasan Menteng hingga saat ini. Meskipun dengan luas yang sama Anda bisa mendapatkan harga yang lebih murah di tempat lain, tetapi kondisi lingkungan perumahan Menteng tidak bisa tergantikan di tempat lain.

Berinvestasi dengan model pembelian properti juga bisa Anda manfaatkan dengan menyewakan bangunan untuk ruko / tempat tinggal orang lain. Dengan begitu Anda bisa menambah dana dari harga sewa yang ditetapkan. Investasi properti tidak hanya dalam bentuk rumah, di Indonesia apartemen telah menjadi investasi menjanjikan karena sering alternatif pengganti hotel. Artinya si pemilik mendapat keuntungan dari harga sewa apartemen.

Jika ingin berinvestasi ke perusahaan properti seperti pengembang perumahan/ apartemen, Anda harus jeli dengan reputasi perusahaan. Carilah review / komentar di Google atau Social Media untuk mencari tahu reputasi pengembang yang mungkin nantinya akan berpengaruh terhadap kondisi rumah.

4. Tanah

Orang zaman dulu dianggap kaya jika ia adalah tuan tanah, yang memiliki lahan luas. Hal itu masih berlaku hingga saat ini, karena harga tanah akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Minat orang yang menyewa lahan juga semakin tinggi untuk tujuan pertanian, atau bisnis kelas menengah. Kelemahan investasi tanah/ lahan adalah Anda harus cermat mempertahankan kepemilikannya. Karena ada saja orang yang mengklaim tanah Anda sebagai hak milik mereka, maka dari itu secara perdata harus cermat mendaftarkan legalitas kepemilikan tanah.

5. Trading Mata Uang

Siklus mata uang setiap negara berbeda-beda. Biasanya orang berinvestasi dengan mata uang hanya untuk jangka pendek, karena mereka akan membeli mata uang tertentu saat nilai tukar rupiah masih rendah dan jika nanti nilainya naik mereka akan ke valuta untuk menukarkannya. Nilai mata uang naik dan turun ditentukan oleh banyak faktor maka dari itu mata uang bisa saja menguat dan melemah dalam waktu yang singkat, sehingga tidak cocok untuk investasi jangka panjang. Suatu negara bisa saja berubah kondisi perekonomiannya.

6. Pinjaman

Apakah Anda tahu rentenir? Seperti orang-orang yang memiliki dana lebih lalu ia pinjamkan ke pihak lain dan kemudian mengambil bunga? Hingga saat ini pinjaman perorangan masih berlaku dan bahkan bisa menguntungkan jika si peminjam pandai menempatkan uang mereka pada orang yang benar.

Misalnya saja jika Anda memiliki uang lebih, kemudian Anda tawarkan kepada orang yang membutuhkan pinjaman dan Anda kenakan suku bunga. Dari suku bunga itu rentenir mendapat keuntungan, kini siapapun bisa menjadi rentenir dan Anda bisa mendapat keuntungan.

Contoh konkret sebagai gambarannya adalah sebagai berikut:

  • Jumlah pinjaman yang dibutuhkan seseorang: 1.000.000
  • Jumlah angsuran selama 5 bulan 1.000.000/5 = 200.000
  • Jumlah suku bunga 5%.

Rumus penghitungan suku bunganya adalah:

Bulan ke 1
Rp 1.000.000 X 5% X (30 hari/150 hari)
= 50.000 x 0.2
= 10.000

Bulan ke 2
Rp 990.000 X 5% X (30 hari/150 hari)
= 49.500 x 0.2
= 9.900

dst.

Bulan kedua, ketiga, keempat hingga kelima jumlahnya akan dikurangi dengan angsuran yang sebelumnya. Maka dari itu bunga akan semakin kecil dari waktu ke waktu. Selain menguntungkan bagi si peminjam tunai, Anda juga akan mendapat keuntungan setiap bulannya. Contoh yang kami sebutkan hanyalah contoh sederhana dengan nominal yang kecil, rata-rata pinjaman perorangan bisa mematok angka bunga yang tinggi. Jumlah pinjaman orang juga biasanya diatas 1 juta rupiah. Artinya risiko sebagai si peminjam uang akan menjadi tinggi pula.

Jika Anda pusing memberikan pinjaman kepada individu atau kelompok, sebaiknya Anda memilih perusahaan terpercaya yang bisa membantu pengelolaan pinjaman Anda kepada orang lain. Kini adalah perusahaan yang paling diminati orang-orang yaitu P2P Lending, karena prosesnya cepat dan tepat sasaran. Orang-orang yang mengajukan pinjaman biasanya akan dimintai data diri lengkap sehingga mudah dilacak saat penagihan utangnya.

7. Panduan memilih perusahaan pinjaman yang baik dan benar.

  • Akses di browser PC atau smartphoe Anda dengan mengetik https://www.akseleran.co.id/
  • Lalu pilih daftar, isi data diri kemudian ikuti ketentuannya.
  • Jika akun sudah aktif, Anda bisa mengakses https://www.akseleran.co.id/cara-beri-pinjaman sebagai pemberi pinjaman.
  • Isi form sesuai ketentuan, pastikan berkas-berkas yang diperlukan lengkap seperti KTP, NPWP, rekening bank.
  • Pilih orang yang mengajukan pinjaman sesuai budget Anda.
  • Beri pinjaman, lalu tunggu beberapa saat hingga transaksi berhasil.
  • Tim Akseleran akan membantu menagih hutang si peminjam dan Anda akan mendapatkan keuntungan dari suku bunga setiap bulan secara otomatis.

Nah jadi itulah rangkuman Cara Alternatif Investasi yang Aman untuk Meningkatkan Pendapatan yang telah Kami rangkum dalam pembahasan artikel terbaru kali ini. Demikianlah pembahasan ini Kami buat. Terima Kasih dan Semoga dapat bermanfaat!