Skip to main content

3 Cara Virtual Payment Di Era Ekonomi Digital

Virtual Payment

3 Cara Virtual Payment Di Era Ekonomi Digital

Kehidupan manusia berubah seiring dengan perkembangan teknologi, khususnya pada generasi milenial yang tak lekang dari dunia digital. Virtual payment menjadi salah satu bentuk dari perubahan tersebut.

Sistem ini memberikan kemudahan berupa layanan-layanan yang umumnya dibutuhkan masyarakat saat ini. Contohnya, pembelian voucher pulsa, pembayaran ojek online, bahkan pembelian tiket pesawat dan hotel. Virtual payment juga memberikan penawaran menarik seperti promo dan voucher potongan harga kepada penggunanya. Dengan adanya inovasi digital itu, proses pembayaran menjadi lebih mudah, praktis, dan aman.

Per Agustus 2019, terlihat ada pertumbuhan nontunai yang tampak berdasarkan data dari Bank Indonesia, yakni sebesar 5,71%. Bank Indonesia juga berupaya untuk memberikan kontribusi untuk mendukung program pemerintah dalam pengurangan uang tunai dalam beberapa transaksi.

Digitalisasi di Indonesia sudah dicanangkan sejak tahun 2014 pada Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Rencana ini bertujuan untuk peningkatan inklusi keuangan sehingga kontrol terhadap keuangan lebih terkendali. Hal ini juga akan membuat transaksi lebih efisien.

Tak terkecuali dunia bisnis, layanan virtual payment juga akan berpengaruh. Para penyedia jasa travel, kebanyakan sudah beralih dari pembayaran cash menjadi pembayaran digital. Hal ini memberikan keuntungan bagi hampir seluruh pihak. Mereka tidak perlu mengkhawatirkan cara penukaran mata uang. Selain itu, pembelian jarak jauh juga tidak akan kesulitan untuk melakukan transaksi setelah adanya virtual payment ini.

Pembayaran dengan metode virtual payment memiliki sistem yang canggih dan otomatis. Akibatnya, apabila sistem menemukan adanya kesalahan data atau identitas maka sistem tidak akan berlanjut. Jadi, dari sistem tersebut, bisa diketahui informasi data saat itu juga karena sistem yang tidak memakan waktu yang lama.

Berikut merupakan beberapa metode virtual payment yang sering digunakan oleh masyarakat saat ini.

  1. M-Banking

    M-Banking atau mobile banking adalah salah satu virtual payment sebagai bentuk sederhana dari ATM. Seluruh fitur yang tersedia dalam ATM, dapat diakses secara lebih praktis melalui m-banking ini. Layanan ini bertujuan untuk memudahkan pemegang kartu ATM agar dapat melakukan transaksi tanpa harus datang ke bank atau ATM yang dimaksud.

    Penggunanya hanya memerlukan smartphone untuk melakukan transaksi. Cukup dengan mendownload aplikasi m-banking, kamu dapat menikmati kemudahan bertransaksi melalui fitur ini. Tercatat setiap bank telah memiliki akses aplikasi m-banking yang bisa langsung kamu unduh di Google PlayStore atau AppsStore.

    Biasanya, m-banking menyediakan layanan seperti transfer, isi saldo, isi pulsa, listrik PLN, dan sebagainya. Dengan ini, perpindahan transaksi dari ATM ke m-banking membuatmu tak perlu repot karena layanan yang disediakan sama saja. Bahkan, menggunakan m-banking cukup mengefektifkan waktumu. Hanya dengan duduk dan beberapa kali klik, transaksimu telah berhasil. Selain itu, m-banking biasanya tersedia juga dalam versi i-banking. I-banking merupakan kepanjangan dari internet banking. Jenis virtual payment yang satu ini dapat digambarkan layaknya m-banking. Hanya saja i-banking diakses melalui internet. Adapun layanan yang diberikan i-banking lebih lengkap dibandingkan m-banking. Contohnya, dalam i-banking diperoleh kemudan membayar biaya pendidikan sedangkan m-banking tidak menyediakan layanan tersebut.

  2. E-Wallet

    E-Wallet atau elektronik wallet dapat diartikan sebagai dompet digital. Metode pembayaran menggunakan e-wallet yang tengah populer di kalangan remaja atau generasi milenial adalah OVO, Gopay, Link Aja, dan Dana.

    OVO merupakan aplikasi smart yang memberikan layanan transaksi secara daring bagi penggunanya. Selain berisi saldo yang berguna untuk keperluan transaksi, OVO juga menggunakan sistem point. Pengumpulan point ini dapat digunakan untuk bertransaksi.

    GoPay merupakan layanan e-wallet yang dikembangkan oleh GoJek Indonesia. Dompet elektronik ini pada awalnya digunakan sebagai pembayaran layanan GoJek, seperti GoRide, GoCar, GoSend, dan sebagainya. Namun, beberapa waktu setelahnya, akses GoPay semakin meluas. Banyak transaksi di luar GoJek yang dapat diselesaikan dengan pembayaran GoPay.

    Link Aja dengan slogannya, “pembayaran, peminjaman, atau investasi online, kini dalam satu genggaman.” Aplikasi ini diluncurkan oleh Telkomsel pada Juli 2019 yang lalu. Produk yang dikembangkan oleh PT. Fighter Indonesia ini bersifat fleksibel dan tanpa adanya bunga.

    Dirilis pada Desember 2018, dompet digital Dana telah memberi kemudahan bagi penggunanya. Layaknya e-wallet lainnya, Dana juga memberikan layanan cashless atau transaksi tanpa uang tunai.

    Dari semua aplikasi penyedia e-wallet, dapat dirangkum transaksi yang dilakukan dengan dompet digital tersebut, seperti transfer, isi pulsa, belanja online, biaya antar makanan, hingga biaya tagihan listrik dan pembelian tiket kereta. Hampir mencakup semua bidang kehidupan, transaksi itu semua terasa mudah dalam satu genggaman.

    Metode ini sangat menghemat waktu karena penggunanya tidak perlu antri panjang untuk melakukan berbagai transaksi. Selain itu, e-wallet juga bisa mengurangi adanya kecurangan, penipuan, serta maraknya pereadaran uang palsu di pasaran.

  3. E-Money

    E-Money merupakan akronim dari elektronik money. Cara pembayaran dengan uang elektronik ini biasanya untuk memenuhi kebutuhan transaksi internet. Adapun e-money melibatkan penggunaan jaringan komputer dalam transaksinya.

    Metode pembayaran digital dengan e-money dapat digunakan untuk pembayaran BBM di SPBU Pertamina yang memiliki logo e-money, pembayaran tol, serta pembayaran di minimarket dan supermarket. Seperti layanan virtual payment lainnya, e-money juga bisa menekan peredaran uang palsu, lebih aman, lebih cepat dan praktis, serta tak jarang menawarkan diskon pada produk tertentu. Pengguna e-money di Indonesia juga cukup banyak. Mereka yang menggunakan e-money prabayar memiliki saldo yang lebih sedikit dibandingkan e-money yang diterbitkan oleh bank itu sendiri. Electronic Funds Transfer merupakan contoh e-money.

Diprediksi dalam beberapa tahun ke depan, adanya digitalisasi teknologi membuka peluang yang besar untuk mengembangkan cara pembayaran virtual. Mudah, praktis, dan aman menjadi keunggulan dari metode ini.

Virtual payment memberikan banyak kemudahan. Mulai dari transaksi pembelian pulsa, pembayaran jasa antar makanan, hingga pembelian tiket kereta dan pesawat. Transaksi dapat diselesaikan dengan cepat karena tidak membutuhkan banyak waktu. Selain cepat, transaksi ini memiliki jaminan keamanan. Sebab jarang terjadi kekeliruan dalam transaksi.

Selain bermanfaat untuk masyarakat pada umumnya, layanan ini juga berguna apabila pihak yang berwajib ingin melacak adanya penipuan atau kecurangan dalam pemungutan pajak. Karena sifatnya digital, maka kesalahan pada sistem akan cepat ditemukan. Dengan demikian, instansi pemerintahan pun menggunakan virtual payment. Transparansi dalam pemungutan pajak akan menambah kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Hal itu juga dapat menjadikan masyarakat lebih taat untuk membayar pajak mereka.

Layanan ini juga memiliki sisi positif bagi keuangan negara karena akan meningkatkan pemasukan pajak negara. Beragam produk virtual payment yang dikembangkan baik oleh BUMN maupun perusahaan perseroan memberi pemasukan yang lebih banyak bagi negara. Pajak-pajak perusahaan besar tersebutlah yang menyumbang pendapatan negara. Perlu diketahui bahwa pendapatan negara inilah yang nantinya digunakan dalam proyek-proyek pembangunan ekonomi. Dengan demikian, virtual payment memiliki sangat bermanfaat mulai dari perorangan hingga tingkat negara.